Skip to main content

Mustofa Fahmi: Program PPG Kesempatan Emas yang Jangan Disiakan

"Jangan sampai ada mahasiswa yang sudah menandatangani fakta integritas, tetapi  kemudian  mengundurkan diri karena tidak siap dengan metode pembelajaran PPG full daring."
Mustofa Fahmi - Sekertaris Panitia Nasional PPG Kementerian Agama

MTs Arabic - Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam  mempunyai tugas menyelenggarakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan bagi para guru dengan melibatkan 34 unit perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama maupun Kemendikbudristek. 

“Kami sangat mendukung pelaksanaan  PPG yang telah diamanatkan kepada IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Kediri, yang pastinya dimaksudkan untuk melahirkan  guru-guru professional yang berintegritas, memiliki kompetensi, serta memiliki skills yang memadai dalam melaksanakan tugas-tugasnya,” ucap Rektor IAIN Kediri, Nur Chamid saat menerima kunjungan Panitia Nasional PPG di Kediri, Sabtu (12/6/2021). 

Nur Chamid mengingatkan bahwa mendapat amanah sebagai salah satu penyelenggara PPG merupakan pengalaman pertama bagi IAIN Kediri dan menjadi tekad dan semangat untuk berupaya melaksanakan dengan sebaik- baiknya.  

Kasi Bina Guru MI dan MTs, Mustofa Fahmi selaku Sekretaris Panitia Nasional PPG Kementerian Agama sekaligus Anggota Panitia Nasional PPG Lintas Kementerian dan Lembaga berkunjung ke IAIN Kediri  untuk memantau proses pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan secara daring. 

Dalam kesempatan ini Fahmi mengucapkan selamat menjalankan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi peserta  di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Kediri. Dia berharap seluruh mahasiswa PPG  lulus 100 % tanpa ada retaker.

Menurut Fahmi telah  terdata sejumlah guru  yang sudah mengundurkan diri dari pelaksanaan PPG di antaranya karena alasan ketidak siapan mahasiswa menghadapi PPG full daring, dan ini sangat disayangkan, karena PPG merupakan kesempatan emas yang jangan Disiakan,  masih banyak guru yang menantikan dan mengharapkan  kesempatan mengikuti PPG ini. 

Fahmi berharap LPTK dapat  memberikan pendampingan dan pelayanan akademik yang baik kepada para mahasiswa PPG hingga lulus. "Jangan sampai ada mahasiswa yang sudah menandatangani fakta integritas, tetapi  kemudian  mengundurkan diri karena tidak siap dengan metode pembelajaran PPG full daring." ungkapnya. 

Sementara, Lailatul Mahfiroh, salah satu peserta PPG di IAIN Kediri mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih untuk kesempatan PPG, dan bertekad menjadi guru profesional yang  turut memajukan pendidikan di Indonesia.

Ya. PPG adalah kesempatan emas bagi para guru terutama di madrasah yang telah lulus pretest. Dengan harapan mendapatkan kesejahteraan, sangat disayangkan jika ada peserta PPG yang lulus, lalu mengundurkan diri disebabkan PPG ini dilaksanakan dengan full daring, karena di luar sana, para guru madrasah sangat menantikan dan mengharapkan dapat mengikuti pelaksanaan program PPG ini.

Akhir kata, kami ucapkan selamat bagi yang lulus dan bertahan sampai saat ini. Semoga selamat sampai tujuan dan bagi yang belum diberikan kesempatan, yakinlah, Allah-lah sebaik-baik perencana bagi hamba-Nya yang sedang berjuang menuntut ilmu.

Salam Admin,

MTs Arabic

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar